Pusat Inkubator Bisnis & Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin) bersama IKA Ikopin menyelenggarakan One Day Training – Pesantren Bisnis

PUSAT INKUBATOR BISNIS IKOPIN (PIBI) BEKERJA SAMA DENGAN ADIRA INSURANCE MENYELENGGARAKAN PELATIHAN WIRAUSAHA ASURANSI BAGI MAHASISWA
30/05/2018
Pembekalan Praktek Lapang Mahasiswa Ikopin Angkatan 2015
25/07/2018

Pusat Inkubator Bisnis & Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin) bersama IKA Ikopin menyelenggarakan One Day Training – Pesantren Bisnis

Pada tanggal 2 Juni 2018, Pusat Inkubator Bisnis & Kewirausahaan Ikopin ( PIBI Ikopin ) bersama IKA Ikopin menyelenggarakan ” One Day Training – Pesantren Bisnis “.
Kegiatan Pesantren Bisnis yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan Ikopin ini diikuti oleh 45 Mahasiswa Ikopin.

Menurut Dir. PIBI Ikopin, Pesantren Bisnis yang diselenggarakan di Bulan Ramadhon ini bertujuan untuk mendorong para Mahasiswa agar berani mencoba berbisnis  sebagaimana dicontohkan oleh para alumni. Dan agar tercipta jejaring bisnis antar mahasiswa dan alumni.

Kedepannya, PIBI Ikopin berencana membuat pelatihan bagi mahasiswa yang sifatnya berjenjang dan tematik, berbasis sektor usaha.

Kegiatan Pesantren Bisnis ini menghadirkan 5 Nara Sumber yg juga merupakan Alumni Ikopin, masing-masing : Firman Ubaidilah (Ketua Harian IKA Ikopin), Iyus Ruslan  Pemilik Rumah Makan Cibiuk, Sugeng Wuryanto  Pemilik Moena Tour & Travel , Andi  Pemilik Batik Andi Solo dan Andi Juhana  eksportir produk berbasis bambu yang juga penggiat Koperasi.

Pada segmen pertama,  Iyus Ruslan dan Sugeng Wuryanto menekankan  pada proses kreatif berbisnis dan kiat sukses berbisnis. Kedua pembicara ini bukan dari keluarga yang mapan, namun sejak mahasiswa mereka sudah berani memulai aktifitas yang menghasilkan uang. Iyus yang kini telah memiliki 21 Rumah Makan Cibiuk di Indonesia dan 7 di Malaysia, meyakinkan pada para mahasiswa, bahwa keberhasilan bisnisnya tak lepas dari 4 Hal. 4 hal yang senantiasa dilakukannya adalah: Memiliki Impian, Selalu minta Doa pada Emak, Berfikir Positif,  Memantaskan Diri (diantaranya melalui Doa), dan ikhtiar (mencari ilmu bisnis, menimba pengalaman dan mencari modal).

Sedangkan Sugeng Wuryanto menekankan perlunya membiasakan  sholat malam, membuat suatu tantangan dalam satu siklus hidup, memanfaatkan peluang dan menciptakan tantangan, serta tawakal menerima kenyataan.

Pembicaraan lainnya, Iyus Ruslan menekankan tentang 4 Pilar Bisnis kuliner, yakni: membangun kualitas, Membangun Standar Pelayanan, Membangun Kebersihan serta Membangun Administrasi yang baik. Lebih lanjut dia mengatakan, tak perlu melakukan Promosi Jor-joran sebelum 4 pilar diatas terbangun.

Sementara, Sugeng Wuryanto mengungkapkan bahwa bisnis Umroh & Haji adalah bisnis “Membawa Fisik & Jiwa”. Dalam bisnis ini terdapat banyak hal tidak bisa dikendalikan oleh perusahaan seperti pengadaan Visa, tiket, kuota jamaah, dlsb. Oleh karena itulah dia berupaya secara total memberikan Pelayanan Prima pada Jamaah. Fokus pada pelayanan inilah yang membuat mereka mencoba menyelengagarakan ibadah Haji Premium dengan tarif tidak kurang dari Rp. 222.750.000.

Pada Segmen kedua, yang menjadi pembicara adalah  Andi Juhana san Andi Kusnanto.  Kedua pemateri lebih menekankan pada rencana aksi pasca mengikuti Pesantren Bisnis, Andi Juhana menekankan pentingnya berbagi dan berjamaah termasuk urgensinya Pebisnis (UKM)  bergabung membentuk Koperasi dalam upaya meningkatkan posisi tawar dan terciptanya efisiensi dalam bisnis UKM. Sementara Andi Kusnanto pengusaha batik Solo yang juga pemilik SMK Sumber Lawang menekankan pentingnya pebisnis “start up” melakukan prinsip Amati, Tiru & Modifikasi ( ATM ) dari produk / jasa yang sudah mapan. Andi Kusnanto pun saat itu membagi kelompok-kelompok diskusi bisnis antar peserta yang dilanjutkan dengan bimbingan bisnis melalui WhatsApp.

Comments are closed.